Tampilkan postingan dengan label gunungkidul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gunungkidul. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 November 2014

lebih dekat dengan Perpustakaan Berseri (Kepek, Saptosari, Gunungkidul)

5 November 2014
Hari ini Sowan pak lurah desa Kepek, Saptosari, Bapak.Sudiyono..
Apa yang saya dapat?
Perpustakaan Desa Kepek ini menarik.. Karena memiliki program perpustakaan Keliling.. Kenapa menarik? Bukankah hal yg biasa ada perpustakaan keliling? Yaa menurut saya menarik karena ini milik perpustakaan desa. Dan hal ini masih jarang dilakukan oleh perpus
takaan desa untuk mengadakan perpustakaan keliling. 

Dengan menggunakan sepeda motor berplat merah, beroperasi setiap hari kamis, perpustakaan keliling tersebut dioperasikan oleh seorang warga desa Kepek, dimana beliau diberikan upah sejumlah 225 ribu perbulan, beserta tanah garapan untuk bertani. Wilayah yang biasa di singgahi oleh perpustakaan keliling tersebut salah satu contohnya antara lain di tempat nongkrong nya para ibu-ibu..dimana coba??
Hehe ya salah satunya adalah sekolah TK dan PAUD. Saat menunggui anaknya sekolah, daripada ngegosip.hihi mending diisi hal-hal yang bermanfaat. Apa contohnya? Baca buku dong pastinya.

Dengan membaca, para ibu menjadi terbuka wawasan dan pengetahuan nya..dengan membaca para ibu dapat berkreasi.. Contohnya saja, Jika ada buku resep masakan, kan bisa tu coba-coba masak dengan resep yang nemu di buku itu tu..nah,dikreasikan dengan bahan didaerah yang ada..kalo enak, dipasarkan.. Wuih..bisa dapet penghasilan dong ya??
Hehe.. Resep masakan pun bisa didapet gak h
anya dari buku, dari internet juga banyak ya..

Balik ke perpustakaan keliling tadi,
Jadi selain keliling ke t4 tongkrongan ibu
-ibu, perpustakaan keliling Berseri ini berkeliling ke sekolahan SD, poscerdas (poskamling)..dan masyarakat umum nih..
Di masyarakat umum ini mereka sering pinjam buku. Tapi gak hanya buku tentang masak lho ya hehe.
Buku y
ang sering dipinjam antara lain buku yang berisikan tentang budidaya, kerajinan, wirausaha dan sebagainya.

Nah..Karena banyaknya peminat dan minimnya buku yg tersedia (hanya ada 2000 eksemplar sudah dioperasikan dan mungkin karena saking excited-nya baca lupa dikembalikan hehe) jadi koleksi buku nya semakin berkurang nih... hmm.. sayang yah. Padahal kalau koleksinya bertambah, ada buku-buku baru, masyarakat pasti senang dan lebih bersemangat untuk membaca.
ya,, sekiranya pembaca ada yang mau nyumbang?? boleh lho.. hehe

Dengan membaca..desa Kepek ini berubah!
Wih..power rangers bisa berubah?
Hehe
Menurut Pak Lurah Sudiyono, desa Kepek ini mengalami penurunan angka kemiskinan k
arena membaca.
Kok bisa??
Dengan membaca buku
-buku kerajinan..budidaya..olah pangan..masyarakat desa Kepek menjadi memiliki referensi untuk mendirikan usaha, sehingga perekonomian desa ini meningkat dengan mendirikan usaha home industry sendiri. Masyarakat di desa ini menjadi pandai membuat batik, olahan makanan, anyaman bambu, perak, serta pandai besi (gamelan, alat pertanian, properti).
Dari jumlah KK 1020, berhasil menurun menjadi 871 kk dari jumlah angka kemiskinan di desa Kepek ini.
Hmm.. Bisa turun gitu?

Ya..berkat membaca. Membaca bisa merubah desa ini menjadi desa yang makmur.
Membaca bisa merubah desa ini dari mayoritas berpenduduk bermata pencaharian sebagai petani.. Kini penduduk desa Kepek memiliki berbagai macam mata pencaharian..dimana Home industry adalah salah satu nya
.
Hmm how cool it is?
berminat untuk berkontribusi dalam memajukan masyarakat desa?
mari berdayakan perpustakaan desa atau taman baca dilingkungan sekitar :)


ini adalah foto hari Selasa 4 November 2014 dimana penulis datengnya kesorean, ndak ketemu pak lurah dan ndak bisa masuk perpustakaannya. mejeng doang. hmm... gakpapalah ya.. 

nah, hari berikutnya baru bisa narsis sama pak lurah yang luar biasa keren ide-idenya untuk memajukan desanya. semangat dan sukses selalu pak Sudiyono!

Sabtu, 26 Mei 2012

tempe manding

Tempe Manding-by gemmazani
   Tempe manding merupakan makanan ciri khas Gunungkidul yang dulunya berkembang pesat lewat pasar-pasar tradisional. Tempe manding kini masih bisa dijumpai, biasanya di pasar Wonosari Gunungkidul, tempe manding bisa dijumpai pada saat pagi hari.

tiwul pasangannya si hitam,

Tiwul pada zaman dahulu merupakan makanan pokok untuk masyarakat Yogyakarta yang berada di kawasan selatan, khususnya wilayah Gunungkidul. konon pada musim paceklik, tiwul menjadi makanan pokok di Gunungkidul. Gunungkidul pernah mengalami gagal panen masal, sekitar tahun 60an, sehingga tiwul yang menjadi makanan pokok karena sulitnya mendapatkan beras.
tiwul-by gemmazani
Selain menjadi makanan pokok, tiwul menjadi ikon kabupaten Gunungkidul khususnya dalam wisata kuliner. sampai saat ini belumlah lengkap jika berwisata disini, namun tak mencicipi atau membawa oleh-oleh tiwul. orang yang pernah merasakan tiwul pastinya akan kangen dengan aroma dan citarasanya. Terbukti masyarakat luar jawa yang berkunjung di Jogja khususnya Gunungkidul sering mencari-cari tiwul untuk merasakannya kembali. Untuk anda yang penasaran mengenai bagaimana proses pembuatan thiwul, berikut adalah cara pembuatannya:
  • siapkan tepung gaplek (singkong/ketela pohon kering) yang sudah dihaluskan.
  • percikan air ke tepung gaplek sedikit demi sedikit.
  • buatlah gumpalan kecil-kecil dengan cara diaduk menggunakan tampah yang di putar-putar (dalam bahasa jawa diinteri)
  • kemudian siapkan kukusan.
  • setelah air dalam kukusan mendidih, masukkan tepung gaplek yang sudah diolah tadi
  • kemudian ditutup, tunggu hingga tepung gaplek masak, kurang lebih 30menit
  • setelah matang, campur thiwul dengan gula jawa dan parutan kelapa agar lebih nikmat
untuk rasa thiwul yang original, thiwul setelah matang tidak dicampuri gula jawa dan parutan kelapa. namun agar rasanya lebih nikmat, maka tidak ada salahnya untuk menambahkannya. biasanya thiwul dipasangkan dengan Gathot.

walang tidak malang, enaak!

Walang goreng? apa itu? bagi yang penasaran tentang walang goreng, wajib simak ulasan berikut. 
Walang merupakan hewan dari kata bahasa jawa yang berarti

Rabu, 02 Mei 2012

sego abang, lombok ijo.. yummy!

Sego abang berasal dari bahasa jawa yang berarti nasi merah. sego abang ini berasal dari Gunungkidul. ini merupakan makanan ciri khas Gunungkidul yang biasanya disantap ditemani dengan sayur lombok ijo. sego abang

Selasa, 13 Maret 2012

"Gatot", si hitam yang menggoda



    Yogyakarta, atau lebih sering disebut dengan nama Jogja ini, sangat kaya akan berbagai macam Kuliner. banyak sekali yang bisa di icip-icip di Jogja, dan tidak ada ditempat lain, selain di Jogja.. Kota ini memang istimewa. Selain menjadi kota pelajar, Jogja juga merupakan Kota wisata yang telah melegenda dan terkenal di Nusantara, bahkan dunia. Banyak sekali wisata yang dapat dikunjungi di Jogja. Dengan wisatawan mengunjungi Jogja, maka tak lengkap rasanya jika tak mencoba kulinernya, yang pasti buat wisatawan “ketagihan”.